Judul adalah etalase tulisan. Dengan melihat judul saja, seseorang bisa memutuskan apakah ia lanjut membaca atau tidak.
Di media cetak, judul artikel biasanya dibuat lebih menarik. Kadang-kadang agak melenceng dari bahasan artikel di dalamnya. Atau dibuat menjadi tidak jelas untuk memancing keingintahuan pembacanya.
Nah, bagaimana dengan di blog? Apakah kebiasaan itu berlaku juga. Jawabannya tergantung dari misi blog.
Jika blog dimaksudkan untuk menghibur pembaca, maka sah-sah saja judul artikel di dalamnya dibuat sedikit meliuk. Tapi konsekuensinya adalah, artikel sulit ditemukan orang lewat mesin pencari semisal Google Search. Judul artikel yang puitis dan meliuk cocok buat blog yang sudah mempunyai pengunjung tetap dan tidak mengandalkan pengunjung dari mesin pencari. Blog terkenal biasanya menggunakan cara ini.
Lain halnya dengan blog yang menyandarkan asanya pada kunjungan dari mesin pencari. Mau tidak mau, judul artikel tidak neko-neko dan mesti selaras dengan isi artikel. Apalagi jika blog bermain SEO (search engine optimizer), dimana kata kunci di ulang dimanapun di bagian artikel, mulai judul, pendahuluan, isi, penutupan, bahkan di URL artikel. Konsekuensi dari cara ini adalah, artikel terkesan kaku dan kurang berasa sastra. Model perjudulan terakhir ini cocok untuk blog baru yang masih mencari nama.
Anda pilih yang mana? Silakan direnungkan ....
Rp. 300.000,-
Autesta.com (PR 2)
Rp. 200.000,-
Thegoldenpin.com (PR3)
Rp. 500.000,-
Thepositivespot.com (PR2)
Rp. 200.000,-
Jo-Q.Com
Rp. 200.000,-
NumpangNanya.Com
Rp. 200.000,-
KLIK DI SINI
Pilih nama blog sendiri,
hanya Rp. 150.000,-
Caranya? KLIK DI SINI